SEJARAH UANG DI INDONESIA
Masyarakat yang masih primitif, kehidupanya masih sangat sederhana. Hal
ini pernah dialami oleh nenek moyang kita. Mereka dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya dengan cara mengambil dan
memanfaatkan barang yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Perkembangan
peradaban manusia juga menggeser tujuan kegiatan produksi masyarakat. Semula,
masyarakat memproduksi barang hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya,lalu
berkembang untuk memenuhi kebutuhan orang lain(di jual). Selanjutnya
terjadilah barter yaitu tukar menukar barng yang dinilai senilai.
Seiring dengan perkembangan jaman manusia maka perukaran dengan cara
barter menjadi sulit dilkukan. Bahkan, karena kebutuhan setiap orang semakin
banyak dan beragam. Maka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tidak mungkin lagi
ditempuh dengan cara untuk mencari cara
barter. Karena menghadpi kesulitan dalam melakukan perukaran barter , manusia
terdorong untuk mencari cara perukaran
yang lebih mudah. Manusia mulai menggunakan uang baranag dalam melakukan
pertukaran.contoh uang barang yaitu garam, senjata, dan kulit hewan.
Benda yang digunakan harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut
a. Digemari oleh
masyarakat setempat
b. Jumlahnya
terbatas
c. Mempunyai nilai
tinggi
Namun uang barang masih mempunyai kelemahan yakni,
a. Sulit
dipindahkan
b. Tidak tahan lama
c. Sulit disimpan
d. Nilainya tidak
tetap
e. Sulit dibagi
tanpa mengurangi nilai
f. Bersifat lokal
Kesulitan pertukaran dengan menggunakan uang barang tersebut mendorong
manusia untuk menetapkan benda yang dapat digunakan sebagai perantara
tukar-menukar. Benda yang dianggap cocok sebagai alat tukar-menukar adalah
logam. Pada masa lalu logam yang digunakan adalah emas dan perak.
Alasan menggunakan emas dan perak
a. Memiliki nilai
yang tinggi dan jumlah angka.
b. Jika dipecah
nilainya tetap
c. Tahan lama
Kelemahan penggunaan emas dan perak
a. Jumlahnya
terbatas
b. Persediaan emas
tidak sama.
Perkembangan ekonomi yang semakin pesat mendorong kegiatan transaksi
menjadi semakin sering dan bahkan semakin kompleks. Hal ini menimbulkan
kesulitan bagi manusia untuk membawa uang logam dan perak dalam jumlah
besar(berat dan repot). Untuk mengatasi pemasalahan tersebut cukup mengeluarkan
kertas sebagai tanda bukti penyimpanan
emas dan perak.
Di Indonesia , sekarang beredar uang kertas dan uang logam yang
dikeluarkan BI. Kedua jenis uang itu memenuhi
syarat-syarat sebagai berikut.
a. Dapat diterima
oleh masyarakat umum
b. Mudah disimpan
dan nilainya tetap
c. Mudah dibawa
kemana-mana
d. Mudah dibagi
tanpa mengurangi nilai
e. Jumlahnya
terbatas sehingga tetap berharga
f. Ada jaminan
No comments:
Post a Comment