Thursday, 22 November 2018

TES STAN 2019 DAN 2018 JOGJA


Pengalaman Tes STAN di JOGJA 2018

Persiapan Tes STAN 2019

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kali ini bakalan ada yang seru mengenai pengalaman ku tes CAT STAN di Jogja. Memang tes yang aku jalani berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dari masalah verifikasi berkas, penggunaan kertas dalam ujian sampe sistem penilaian.

Oke langsung saja nggak usah banyakan ngoceh (bahasa indonesianya ngomong)
Sebelum Aku berangkat ke Gedung Keuangan dekat Makam Pahlawan, seperti biasanya minta restu bapak, ibu, kakak, simbah (walaupun simbah nggak ketemu tapi doanya yang menyertaiku). Setelah berseragam lengkap kemeja putih celana item berikat pinggang bersepatu. Ku lihat lagi BPU (kertas pendaftaran online yang dicetak) dan KTP (tergantung kamu milih identitas apa) yang merupakan syarat utama untuk masuk ruangan. Kalo nggak bawa pas mau tes ya balik aja.

Kupacu Honda Beat kakakku dengan kecepatan rata-rata 55 km/jam, sebuah kecepatan motor yang sangat santai padahal waktu udah mulai mepet. Akhirnya sampai ke parkiran belakang              Gedung Keuangan Negara Jln Kusumanegara yang akan menjadi saksi bisu seorang pemuda dengan kekuatan doa. Aku turun dari motor lalu membayar uang parkir Rp 3000.

Kulangkahkan kaki melalui jalan belakang, dengan langkah cepat aku ke depan gedung. Ternyata sudah ada antrian yang sangat banyak, kayak pembagian sembako. Sebelum ikut antrian aku cek BPU dan KTP. Ya sudah ada semuanya dan telah siap untuk dibawa masuk ke gedung. Ooo ya ada sebuah penawaran dari seorang ibu “Mas dibeli map nya buat tempat BPU”, sebuah kalimat promo yang membuat bertanya-tanya karena di peraturan tersebutkan bawa BPU dan Kartu Identitas. Tak ada yang namanya map ataupun wadah lainya. Akhirnya ku putuskan untuk tidak membeli.

Sedikit cerita sebelum aku memasuki gedung itu, ada seorang pemuda membawa batu besar lalu dibuatkanya batu itu sebagai palu untuk membolong ikat pinggang yang belum terbolong. Karena diperaturan diwajibkan berseragam putih, bercelana kain hitam dan berikat pinggang.

Antrian telah panjang, Aku telah dapat dibagian akhir. Banyak orang dari berbagai daerah datang ke Kota Istimewa untuk memperjuangkan cita-cita dari Sukoharjo, Temanggung, Kudus, dan Kalimantan. Ada yang sudah duduk dibangku perkuliahan, ada yang gap year belajar setahun untuk mempersiapkan tes, mayoritas lulusan 2018 alias fresh graduate.

Terlalu bahasa cerpen gue ganti sama bahasa asliku.

Oke, tiba-tiba tak terasa gue udah di depan pintu, ada teriakan “ikat pinggang dilepas!!” batinku “kok dilepas sih??” (kasihan tadi yang bolong ikat pinggang di parkiran wkwk) gue nurut aja sama pak security. Habis itu dateng ke ruangan untuk menitipkan tas. Habis itu diberi nomer untuk pengambilan setelah selesai ujian. Disuruh naik ke lantai 2 untuk verifikasi data. Aku dapet antrian terakhir juga wkwk. Setelah menunggu agak lama giliranku tiba. Saat verifikasi nanti temen-temen diminta menunjukkan BPU dan Kartu Identitas (sesuai perjanjian saat pendaftaran online bisa KTP, SIM, Paspor) besok pas daftar tau sendiri hehe. Setelah verifikasi menunggu untuk semuanya persiapan. Yang mau buang air kecil ditunggu dulu. Ooo ya ada Scan sidik jari. Aku sadar sidik jariku susah di deteksi jadi harus diusap pake tisu tunggu sampe kering.

Fyi aku dapet kloter ke 3 jadi pukul 15.00 – 17.30 tesnya. Setelah semuanya telah berkumpul, kami disuruh untuk ke ruangan masing-masing. Sedikit cerita, saat masuk keruangan masing-masing perempuan dikiri laki-laki dikanan baris gitu. Nah kan aku akhir, jadi nggak tau kalo dikanan aku nylonong aja asal jalan. Aku di bilangin sama petugas dengan suara yang lantang “laki-laki kanan jalanya”. Kan kaget sedikit deg-degan.

Setelah berjalan dengan rapi sampai ke pintu ruangan. Lagi-lagi antri untuk cek lagi biar nggak ada yang bawa barang yang mencurigakan. Securitynya bawa alat pendeteksi logam. Samping kiriku ada cewek, nah saat cewek itu di cek alatnya bunyi “tit tiiit tiiit” kirain bawa bom :v. ternyata itu hanyalah peniti wkwk. Giliranku di cek sama bapak-bapak. Btw aku masih bawa kunci motor hehe. Akhirnya pas di cek nggak berbunyi tapi kerasa saat diraba :v “ini apa mas???” aku jawab “ kunci motor pak??” (dengan senyuman) “kok ramau-mau disimpen neng tas??” (bahasa Indonesia : kok nggak dari tadi disimpen di tas”. Akhirnya kunci ku disita sementara waktu oleh pihak panitia dan dibungkus dengan plastic putih diberi nomer 6504 (4 digit belakang dari nomer BPU).

Memasuki ruangan gue liat computer berjejer rapi satu ruangan untuk 100 orang kalo nggak salah.  Kami duduk dengan rapi habis itu diberi penjelasan bahwasanya TES CAT ini transparan banget bisa diketahui oleh semua pihak dan bisa diketahui secara cepat. Emang sih setelah TES nilai seluruh peserta ditempel disamping gedung. Jadi tau hasil semua orang dan kita bisa memperkirakan bakalan masuk PKN STAN atau tidak dengan nilai yang kita dapatkan.

Sebelum Tes kita di beri waktu berdoa. Gue berdoa dengan keyakinan walaupun nggak sebanyak doa yang gue panjatin saat SBMPTN di gedung biologi UGM. Doa aku “ Ya Allah berikanlah aku yang terbaik, jikalau engkau menjadikan aku pegawai pajak, jadikanlah pegawai pajak yang selalu berbuat kebaikan”

Habis berdoa diberikan pensil dari pihak panitia dan 2 lembar kertas buram. Di tengah-tengah menunggu untuk dibagikan pensil dan kertas buram. Gue nggak ngelupain The Power of Shalawat. Walaupun shalawat yang aku panjatin nggak sebanyak sebelum Tes SBMPTN. Tapi disitu tetap ada yang namanya keyakinan. Pepatah jawa mengatakan “ Sing penting yakin” Ya, yang penting yakin.
Setelah semua persiapan telah usai. Masukan No BPU dan kode verifikas yang diberikan saat verifikasi.Saatnya mengerjakan soal. Seperti yang sudah saya jelaskan di potingan sebelumnya. Yang dikerjain pertama itu SKD baru TPA lagi TBI. SKD terdiri dari beberapa sub tes ada TWK TIU TKP. 

Yang SKD bisa dikerjain loncat-loncat. Mau tau lengkapnya liat di postinganku sebelumnya :)))
Saat ngerjain SKD waktu kurang 15 menit udah aku klik selesai. Habis itu muncul nilai. Ya sesuai prediksi bisa melewat ujian SKD. Lalu lanjut ke TPA, sebelum mengerjakan soal masukan kode yang ada di LCD depan ruangan untuk masuk ke soal TPA. Setelah aku kerjakan aku klik seleseai, langsung muncul nilai. Nggak sesuai ekspektasi. Nah di tes terakhir ini sungguh menegangkan.

Menurut orang yang tes di hari sebelum aku, banyak yang gagal di TBI. Akhirnya masuk ke soal TBI dengan memasukkan kode yang berada di layar LCD. Waktu 20 menit nggak berasa untuk mengerjakan Soal TBI. Belum aku klik selesai udah muncul nilai. Ya emang secara otomatis nilai akan muncul saat waktu telah usai.

Yang mau tau cerita lengkapnya waktu ngerjain soal liat di postingan sebelumnya. klik disini

Tes telah usai, aku keluar duluan dari ruangan, walaupun yang lain masih serius mengerjakan. Udah nggak urusan sama hasilnya, yang aku tahu Cuma “aku lolos nilai ambang” sebuah kabar gembira untuk kita semua. Salah, maksudnya sebuah kabar gembira untuk keluarga di rumah.

Btw di luar gedung itu ada layar yang menayangkan nilai skd mu, kyk live report gitu. Setelah H+2 ngerjain soal. Aku baru tau kalo semua nilai itu di print dan di temple di samping gedung. Akhirnya aku dating lagi ke gedung itu buat liat nilai lawan-lawanku. Prediksiku nilaiku nggak begitu baik juga nggak begitu buruk tapi masih ada harapan.

Kesimpulanya ikuti instruksi, persiapkan sebaik mungkin syarat-syaratnya, jangan gerogi, optimus aja. Maksudnya optimis. Percaya Allah tau yang terbaik.

Tetap semangat jangan belajar terus, otak perlu hiburan. Jangan mengurung diri di rumah/tempat les-les an untuk belajar terus menerus. Lakukan hal yang bermanfaat siapa tau dengan hal itu kamu jadi masuk STAN. Terimakasih telah membaca ceritaku semoga bermanfaat.

Pajak Satu Jiwa

Akhirukalam Wassalamualaikum wr.wb

Mau Tanya-tanya boleh dm ig : @alanirfan06

Thursday, 30 August 2018

Tips Ngerjain Soal STAN 2019



Assalamualaikum.
Kali ini di tulisan pertamaku, bakalan aku share pengalaman tes STAN 2018 yang beda dari tahun-tahun sebelumnya. Udah nggak ada tahap-tahap yang banyak ribet belibet. Cuma tes tulis tok kecuali Bea Cukai. Sebelumnya kenalin Namaku Alan dari Jogja ikut TES STAN 2018 keterima di D1 PAJAK.

Aku Cuma bakalan ngasih tips ngerjain soal nya, masalah non teknis bisa cari detempat lain hehe.
Sebelumya bakalan aku kasih detail soalnya

Itu detail soal Ujian CAT (Computer Assisted Test) pake computer gitu lah. nanti habis selesai tes nya bakalan tau skornya. Jadi greget gitu.

Sistem penilaian, peserta dinyatakan lulus ujian jika nilai SKD,TPA, dan TBI memenuhi nilai ambang batas, dan masuk pada peringkat serta kuota nasional untuk masing masing pilihan Prodi setelah dilakukan pemeringkatan berdasarkan pilihan.

Pertanyaan temen-temen mesti gini, gmn sih pemeringkatanya????

Pemeringkatan nasional berdasar nilai total TPA dan TBI dulu, kalo sama berdasarkan nilai total SKD, nah kalo nilai SKD sama lagi diurutkan dari TKP, TIU, TWK. Emang TKP alias Tes akhlak jadi prioritas urutan. Kalo nilai TPA TBI tingggi asal SKD lolos ambang bisa masuk lah. Kalo ada salah satu mapel (aku sebut mapel gpp ya) ada yang gak lolos yaudah auto gagal nggak ada harapan. Mau TPA TBI mu selangit tapi ada salah satu mapel di SKD nggak lolos yaudah cari kuliah ditempat lain kalo nggak ya gap year aja. Kalo semua lolos nilai ambang belum tentu juga lolos. Perlu nilai yang tinggi dan ketepatan dalam memilih prodi juga pengaruh.

Bakalan aku rinci nih tes nya gmn aja
Tes 1 itu SKD terdiri dari TWK TIU TKP
Masing-masing punya karakteristik berbeda-beda

TWK : Soal kebangsaan dan seputar pengetahuan Negara, sejarah, UUD 1945, Pancasila. Detailnya bisa cari materi di internet banyak banget. Untuk soal yang aku hadapi kebanyakan pengetahuan umum Negara sama sejarah Indonesia gitu. UUD malah gak keluar pas tes itu (tapi kalo bisa belajar, bisa aja tahun depan lebih banyak uud) rata-rata temenku juga bilang soal uud jarang banget keluar di tahun 2018

TIU : Soal kyk TPA tapi lebih simple sedikit tapi jangan ngeremehin. Kalo nggak lulus gara-gara TIU kan jadi lucu. Tepatnya sih soalnya lebih sederhana dari TPA gitu.

TKP: Ini soal juga agak unik kyk tes akhlak yang sebenarnya penuh kemunafikan. Temen-temen harus jeli biar dapet nilai tinggi. Karena setiap nomer dapet nilai di TKP. Terendah nilai 1 tertinggi nilai 5. Harus bisa dapet tinggi biar bisa nambal TWK sama TIU. Jangan sampai nggak lolos nilai ambang di TKP.

Nanti temen-temen bakal ngadepin laptop habis itu ngerjain secara bersama TWK TIU TKP. Kebanyakan peserta itu ngerjain urut nomer. Saran aja sih dipake apa nggak urusan belakangan, jadi saran aku kerjain dari TKP karena nggak begitu nyita waktu tinggal pilih yang paling cocok dan mana jawaban yang nilainya tinggi.

Habis ke TKP langsung cabut ke TWK kalo aku, di TWK jangan kelamaan tapi jangan terburu-buru juga sih. Perhatiin soalnya kalo bisa langsung jawab kalo ragu kosongin. Ooo iya pas tes itu dapet kertas buram. Bisa nyatet nomor mana yang ragu nomer mana yang gak bisa di jawab. Kalo aku dulu ku buat kolom, jadi tahu mana yang ragu mana yang gak tau. Jadi gak usah nge klik nge klik mouse cari mana nomer yang ragu.

Selesai TWK langsung gas ke TIU, ada sedikit itungan tapi simple sih.  Kerjain yang bisa dulu. Setelah semua soal yang dirasa udah bisa kejawab sudah di klik. Masih ada jawaban yang kosong. Langsung liat diburam. Liat kolom soal yang ragu. Jawab menurut temen2 yang benar karena yang ragu itu kemungkninan masih ada harapan :v kalo ada soal yang mentok gak bisa jawab udah di kerjain sesuka hati boleh. Karena GAK ADA PENGURANGAN NILAI di SKD ini. Jangan lupa jawab semua hehehe. Habis itu klik selesai nanti muncul nilai. Ini nilai ku dulu
TWK: 150 nilai ambang 75
 TIU: 110 nilai ambang 80
TKP : 155 nilai ambang 143
total 415

Dengan nilai segitu yang menurutku udah jauh dari ekspektasi, karena targetku
TWK : 80 (Karena waktu sma pas maple PKN sering tidur kalo nggak ngerjain soal SBMPTN cita-cita masuk Teknik Industri UGM tapi kagak tembus wkwk)

TIU : 100 aja deh gitu.
TKP : 145 udah siplah pikiranku.

Alasan targetku Cuma segitu karena pikiranku yang dirangking kan TPA+TBI dulu. SKD entaran dulu mah yang penting lolos. Tapi pikiran kyk gitu salah. Semua harus dicapai dengan nilai tinggi. Siapa tahu TPA TBI nilai nya pas dirangking di urutan bawah habis itu dibandingin nilai SKD rendah alhasil jadi nggak lolos kan.
BTW di SKD ini banyak yang lolos. Kalo gak lolos di SKD yaudah TPA TBI udah nggak di anggap -.-
Tes 2 itu TPA

Tes ini butuh kecepatan, ketepatan, serta kesadaran. Yang ketiga juga penting, harus sadar akan kemampuan soal mana aja yang bisa di sikat lebih dulu mana yang harus dikerjain paling akhir dan mana soal yang gak harus dikerjain. Setiap orang punya keahlian masing2. Kalo aku gak suka soal yang logika analitis suruh prediksi posisi yang kayak gitu. Kalo temen-temen udah pernah liat soal STAN pasti taulah. Makan waktu banget itu.  Jadi gak aku kerjain, Cuma kerjain yang bisa dan realistis. Syukur2 temen-temen bisa ngerjain semuanya wow amazing. Tes TPA banyak yang lolos, lolos aja gak cukup. Nilainya harus tinggi biar kalo di rank gak kalah sama pesaingmu. Pas aku ngerjain Cuma 37 soal itu aja salah 10 jadi total nilai 98. Targetku dapet 120 biar bisa nutup TBI. Tapi gpp endingnya juga keterima STAN.

Tes 3 TBI
Ini salah satu tes yang bikin peserta banyak yang gak lolos nilai ambang. Nilai ambang 30 artinya temen-temen harus bener minimal 8 soal. Dengan waktu 20 menit 30 soal bakalan nggak kerasa tiba-tiba waktu selese. Kalo targetku sih kerjain yang banyak. Aku ngerjain 26 soal salah 10 hehe. Jadi nilai 54 nggak begitu buruk karena targetku dpt lolos nilai ambang aja. Ooo ya di tes TBI ini aku nggak dapet soal reading yang panjang banget kayak tahun-tahun sebelumnya.

Itu tes tahun 2018, kalo Bea Cukai tambah tes fisik yang bakalan diumumkan belakangan setelah tes pertama itu. Apakah tahun 2019 bakal sama tesnya???? Perkiraanku sih sama, kalo gak sama yaudah siap-siap aja strategi yang lain.

Jangan lupa berdoa dan usaha, orang goblok kalah sama orang pinter, orang pinter kalah sama orang beruntung. Apakah beruntung bisa didapet setiap saat??? Baca Quran teh atuh biar jadi orang beruntung.

Itu sedikit pengalamanku mengenai soal stan 2018. Kalo ada yang salah boleh dikasih kritik atau saran. Kalo ada yang bingung boleh DM ig: alanirfan06, siapa tahu jodoh. Becandalah, InsyaAllah bakalan aku jawab deh.

Jangan lupa untuk selalu pantengin akun-akun resmi PKN STAN biar dapet info yang valid gak simpang siur. Itu baru tips ngerjain soal STAN 2018. Ngerjain dengan baik aja belum cukup ada hal-hal yang lebih penting yakni soal syarat2 umur gitu. Baca aja di berita-berita search di google.
Masalah gimana prosedur tesnya besok bakalan aku ceritaan.
Sekian wassalamualaikum. Salam sportifitas

Cara Belajar Stan Tanpa Bimbel



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Balik lagi dengan saya Alan Irfansyah cah Jogja. Judul di atas memang sangat menantang tapi bakalan aku jabarin. Jadi Belajar tanpa bimbel itu butuh effort yang tinggi serta kemauan yang keras. Memang akhir-akhir ini banyak sekali bimbel yang menawarkan harga selangit agar bisa tembus PTN atau sekolah kedinasan dengan jaminan lulus (emang bisa jamin beneran hehehe)
Pertama alasan gak masuk bimbel,
1.       Biaya Mahal
Memang biaya selalu menjadi kendala untuk setiap orang. Kalo orang tua kamu mampu, ikut bimbel aja lebih terarah. Kalo orang tuamu kurang mampu dan gak sanggup buat biaya bimbel ya jangan maksa. Masih banyak orang yang gak ikut bimbel lolos PTN dan sekolah kedinasan yang di harapkan.
2.       Gak suka bimbel
Memang ada orang yang gak suka bimbel karena belajarnya jadi gak bebas hanya di atur oleh bimbel. Ada yang beralasan kalo di bimbel malah jadi rame gak khusyuk belajarnya.

Terlepas dari kontroversi alasan gak masuk bimbel. Itu hak semua orang. Yang saya tekankan temen-temen harus memaksimalkan potensi dan anugrah yang sudah diberikan Allah, kagak usah banyak ngeluh. Semua butuh usaha gak Cuma pasrah mengandalkan keberuntungan walapun memang ada yang namanya beruntung.
Oke kagak usah banyak berkicau. Langsung aja ke tips2 nya
1)      Cari materi
Buat yang ikut bimbel tanang aja udah banyak materi yang diberikan. Dan yang belum ikut bimbel harus cari materi. Udah gak ikut bimbel nggak cari materi, loe cari mati???
Cari materi lewat internet atau beli buku yang direkomendasikan sama katingmu (kating : kakak tingkat). Cari buku yang terbaik gak Cuma asal-asalan. Cari materi yang update an terbaru.
2)      Kerjakan soal
Setelah temen-temen cari materi SKD TPA TBI di internet atau buku. Coba kerjakan salah satu try out nya tanpa belajar dulu. Kerjakan sebisanya, jujurlah pada dirimu. Setelah dikerjakan coba liat deh mana materi yang bener-bener kosong mana materi yang sedikit paham. Temen-temen kelompokin materi apa yang bener-bener gak bisa. Kebanyakan sih pada gak bisa TBI. Sadar akan kemampuan diri sendiri itu penting,
3)      Pelajari Materi
Setelah memahami diri sendiri, coba pelajari materi yang bener2 gak bisa atau sesuka hati temen-temen. Kalo aku karena gak bisa TBI, tiap pagi 15 menit setelah subuh aku belajar materi TBI. Itu aku lakuin selama 1 semester di kelas 2 semester akhir. Karena di kelas 3 aku berganti cita2 mau masuk UGM. Kalo TPA soal STAN yakin banget umumnya bisa tinggal bagaimana memaksimalkan skor dan strategi mengerjakan soal.
4)      Latihan Try out
Bebas terserah temen-temen mau seminggu sekali atau setiap hari bebas. Yang penting try out. Dan try out ini buat evaluasi, jujur aku baru ikut try out STAN baru sekali itupun gak punya modal materi apa-apa.  Jangan lupa untuk mencatat skor biar tau perkembangan temen-temen.

Itu 4 tips dari aku, mau dipake apa nggak bebas aja sih. Setiap orang punya gaya belajar masing masing. Sedikit cerita, aku kelas 2 sma semester 2 sudah belajar SOAL STAN. Full 1 semester itu buat aku belajar soal stan 15 menit TBI dan 10 menit TPA tapi tiap hari. Di kelas 3 aku malah full belajar soal SBMPTN dengan cara mati-matian tidur tengah malam. Setelah SBMPTN ada ramadhan aku ademin otak. Setelah lebaran H-seminggu TES STAN aku baru belajar lagi, SKD dikebut 3 hari, itupun buku Cuma pinjem sama anak STIS yang gagal kurang 2 soal TWK yang bener.
Khusus TBI, memang banyak yang gak lolos karena nilai TBI kurang dikit. Sebenernya soal STAN yang TBI itu butuh pembiasaan atau feeling. Rumus gak perlu dihafal hanya perlu pengulangan pengerjaan soal-soal tahun lalu. Nanti bakalan “ngeh” sendiri sama soalnya.
Lakukan yang terbaik, usaha terus. Mau pake bimbel atau nggak yang penting totalitas. Gak urusan mau belajarmu mengahasilkan apa yang kau impikan atau tidak. Itu urusan belakangan. Saat kau di tolah di PTN atau di sekolah kedinasan percayalah ada pengganti yang lebih baik, aku ngerasain sendiri. Di tolak UGM masuk STAN tanpa belajar mati-matian seperti belajar soal SBMPTN.
Jangan lupa kalo belajar inget waktu. Waktu ibadah waktu makan waktu isitirahat. Semua bagian tubuhmu memerlukan nutrisi yang dibutuhkan. Kamu tanpa Allah bukan apa-apa. Mudah bagi Allah untuk mencabut ilmu kita yang dangkal ini.
Terimakasih…. Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh